AS lebih fokus pada latihan perang ketimbang dialog

Pyongyang -- Korea Utara (Korut) mengecam sikap Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang dinilai lebih fokus pada
latihan Angkatan Laut (AL) trilateral dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang
memicu provokasi militer, ketimbang dialog. Demikian diungkapkan seorang Juru Bicara
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut, seperti dilansir KCNA, kantor berita Korut,
Rabu (9/10/2013).

"Washington telah meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dengan
merencanakan latihan AL dengan Jepang dan Korsel yang melibatkan sebuah kapal
induk dan strategi bersama menentang senjata nuklir," ungkap Jubir Kemlu Korut.

"Washington telah menolak permintaan resmi kami untuk mengadakan
pembicaraan dan negosiasi tanpa prasyarat untuk menjamin perdamaian dan stabilitas
di Semenanjung Korea, demi fokus pada provokasi militer," terang Jubir Kemlu Korut

"Pyongyang sangat siap untuk dua hal, dialog dan konfrontasi," imbuhnya.


Sebelumnya, Korut memperingatkan AS akan kemungkinan terjadinya bencana
mengerikan akibat latihan militer masif yang mereka gelar bersama militer Korsel
dan Jepang.

Jubir Tentara Rakyat Korea mengatakan,situasi di Semenanjung Korea kini kembali
mencekam. "Kami memperingatkan AS,bahwa bencana yang tidak terprediksi akan
semakin dekat jika posisi pasukan mereka terus mendekat. Maka, AS akan sepenuhnya
bertanggung jawab atas bencana mengerikan yang tak terduga, yang
disebabkan oleh agresi pasukan imperialis,"kata Jubir tersebut."


Namun, kemarin, bertepatan dengan dimulainya latihan bersama tersebut,
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan latihan trilateral dengan AS dan
Korsel dibatalkan, karena kebuntuan anggaran di Kongres AS. Pejabat dari
Pasukan Bela Diri Jepang (GSDF) mengatakan, bahwa mereka diberitahu oleh
pejabat dari Angkatan Darat AS, kalau latihan gabungan ini akan dibatalkan
karena kebuntuan anggaran di Washington.
SHARE

SFI

ADMIN DARI INFO-KEPRAJURITAN.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment