"Jumat, 18 Juli 2014 akan diadakan simulasi di Senayan," kata Fuad ketika dihubungi, Kamis, 17 Juli 2014. Menurut Fuad, simulasi ini bakal berisi semua kondisi yang bakal terjadi dalam penetapan hasil pemilu. "Sudah direncakan semua," kata dia.
TNI menyiapkan sekitar 55 ribu personil untuk mengamankan penetapan hasil rekapitulasi di Komisi Pemilihan Umum. KPU secara resmi akan menetapkan pemenang antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sejumlah relawan dan simpatisan juga berencana mendatangi kantor KPU di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, saat pengumuman tersebut.
Tujuan diturunkannya pasukan sebanyak itu dikarenakan TNI ingin hasil pilpres berjalan aman dan lancar. Selain itu, TNI sebisa mungkin ingin menghindari konflik yang terjadi di masyarakat sehingga menimbulkan perpecahbelahan.
Sumber : Tempo

0 komentar:
Post a Comment